Minggu, 20 Januari 2013

Macam-macam Komponen Dalam Mesin


A.macam-macam komponen Dalam Mesin

1.BUSI

          Busi adalah komponen mesin atau element mesin yang memicu api pada pada dapur mesin bensin, yang berfungsi untuk menghidupkan mesin. Apabila busi tidak berfungsi dengan baik, maka mesin tidak akan hidup.
Busi





Berikut beberapa tips untuk merawat busi pada kendaraan anda:

1.Ceklah kondisi penutup busi
Periksa kondisi penutup busi apakah masih layak pakai, dengan memeriksa kelonggarannya. Apabiala sudah longgar lebih baik diganti dengan yang baru, karena apabila kepala busi longgar akan mengakibatkan mudah lepas sehingga mesin mati, dan bahkan dapat mengakibatkan mudah kemasukan air dan cairan lainnya berupa oli dan sebagainya.

2.Bersihkanlah lubang Busi
Buka busi dengan kunci busi, kemudian bersihkan dengan kain bersih yang kering, untuk membersihkan kotoran pada dinding lubang busi.

3.Bersihkan celah busi
Setelah busi dilepas, bersihkan busi dengan minyak tanah menggunakan kikir plat tipis, bersihkan busi sampai benar-benar bersih, setelah dibersihkan keringkan busi sebelum dipasang kembali.

4.Mengatur kembali celah busi
Busi yang sudah lama tidak dibersihkan biasanya akan mengakibatkan ukuran celahnya menjadi renggang, akibatnya busi tersebut tidak dapat berfungsi dengan baik lagi. Atur celah busi dengan ukuran standar sekitar 0,6 mm sampai 0,8 mm (untuk sepeda motor).

5.Periksa Busi secara teratur
Periksalah busi secara teratur, agar busi terawat (tidak gampang rusak).



          Sebagai pematik api dalam cara kerja mesin busi memiliki peranan yang penting sehingga perlu diperhatikan detailnya.
Terganggunya busi akan menyebabkan gangguan pada mesin. Busi umumnya akan mengalami penurunan fungsi ketika busi sudah terlalu lama dipakai.

Tanda – tanda penurunan kinerja busi antara lain adalah :
·         mesin mengalami masalah/tersendat pada perputaran mesin (rpm)
·         cara kerja mesin sedikit pincang dan tidak bisa mengeluarkan tenaga maksimal
Gangguan semacam itu bisa disebakan oleh dua hal, yaitu :
·         busi mengalami kerusakan atau sudah mati total
·         bsui yang digunakan tidak sesuai dengan spesifikasi mobil

Cara Mengatasi Masalah Busi
Perikasalah busi satu per satu dengan kondisi mesin masih menyala, dan cabut kabel busi satu per satu, jika :
·         saat mencabut busi pertama, mesin mengalami penurunan rpm  dan mesin mengalami getaran yang cukup keras, ini menandakan busi pertama berada dalam keadaan layak pakai
·         pada busi kedua, jika tidak mengami getaran seperti pada busi pertama, artinya busi kedua tidak bekerja dengan baik
Bukalah busi kedua dalam keadaan mesin mati dan periksa celah busi, atur kembali sehingga jarak celah sekitar 1,0 – 1,1 mm. Bersihkan busi dari kotoran yang menempel dan pasang kembali.
Jika terjadi perubahan, maka busi masih layak pakai, tetapi jika kerja mesin masih sama seperti yang tadi, bisa dipastikan busi tidak lagi layak pakai.
Segera ganti busi lama dengan busi baru dan selalu gunakan busi yang sesuai dengan spesifikasi mesin pada kendaraan. (nn)
komponen atau bagian yang terlibat dalam sistem pengapian ialah busi, koil, distributor, platina, dan, kondensor. apabila terjadi gangguan pada sistem pengapian maka penyebabnya dicari pada bagian-bagian tersebut.

jika busi tidak memberikan percikan api:
a) apakah tidak ada arus tegangan tinggi
b) apakah bagian dalam atau bagian luar penyekat busi basah atau kotor kena pelumas
c) apakah penyekatnya rusak
d) apakah penyekat luarnya basah kehujanan atau karena diletakkan pada tempat yang lembab
e) apakah penyekat kabel rusak
f) apakah pembagi arus toidak bekerja
g) apakah tutup pembagi rusak
h) apakah pegas rotor patah
i) apakah pembagi arus lembab

sebelum memasang businya, buanglah endapan karbonnya dan aturlah celah elektrodanya antara 0,6-0,9 mm. apabila businya kotor atau ada endapan-endapan karbon maka bersihkanlah dengan mempergunakan sikat kawat/alat pembersih busi


Jenis busi ini pada umumnya di rancang menurut keadaan panas dan temperatur di dalam ruang bakar mesin, secara garis
besar busi dibagi dalam jenis busi dingin dan busi panas.Busi dingin adalah busi yangmenyerap serta membuang/melepaskan panas dengan cepat
sekali, jenis ini biasanya digunakan untuk mesin yang temperatur dalam ruang bakarnya tinggi.

Busipanas adalah busi yang menyerap serta membuang/melepaskan panas dengan lambut, jenis ini hanya dipakai untuk mesin yang
temperatur dalam ruang bakarnya rendah, diantara kedua jenis busi ini terdapat satu jenis lagi yaitu jenis busi sedang (medium type).
busi menunjukkan kondisi pengoperasian dari mesin dan oleh karena itu harus diperiksa sebagai berikut:

1) normal
bila bensin tanpa timbal yang dipakai, isolator memperlihatkan warna abu-abu atau keputih-putihan tetapi bila dipakai bensin yang diberi timbal, isolator memperlihatkan warna coklat muda.

2) kehitam-hitaman
isolator atau elektroda dilapisi karbon kering, kemungkinan sebabnya adalah range panas yang tidak tepat, campuran yang terlalu kaya, elemen saringan udara yang tersumbat,  
timing pengapian yang terlambat, periksalah elemen saringan udara, timing pengapian dan setelan karburator dan bila tidak terdapat apa-apa yang salah, gantilah busi dengan tipe yang satu tingkat lebih panas.

3) basah
bila isolator atau elektroda basah dengan bensin atau oli yang hitam kemungkinan sebabnya dalam hal mesin 4 langkah adalah terbakarnya oli yang bocor kedalam ruang bakar melalui dinding silinder atau cincin torak
yang aus atau melalui pengarah katup yang aus atau campuran yang terlalu kaya, dalam hal mesin 2 langkah disebabkan 
oleh penyetelan pompa oli yang tidak tepat sehingga mengalirkan oli berlebihan atau disebabkan campuran yang terlalu kaya.

4) Kotor karena timbal
Bila isolator memperlihatkan wama kuning, coklat, hijau atau abu-abu Limbal, diagnosis kelihatannya sukar, perubahan warna ini
disebabkan senyawa timbal yang dihasiikan pada langkah kerja, perbaikan efektif adalah penggantian busi dengan tipe satu tangga
lebih panas tetapi ini bukan jawaban yang perlu untuk masalah tersebut, bila dipakai bensin tanpa timbal perubahan warna semacam ini tidak terjadi.

5) Terlalu panas '
Isolator terbakar menjadi putih dan mengkilap dimana elektroda cepat aus, kemungkinan penyebabnya adalah busi yang tidak tepat,
timing penyalaan terlalu cepat, sistem péndingin yang rusak atau campuran yang terlalu miskin, perbaikannya adalah dianjurkan untuk
mengganti busi dengan tipe busi yang satu tingkat lebih dingin atau periksalah timing dari penyalaan, karburator dan sistem pendingin.

6) Pre-ignition (sebelum penyalaan)
Elektroda meleleh, ini terjadi bila mesin menjadi panas dan suhu elektroda tengah melebihi suhu preignition, dalam beberapa kasus,
kepala dari torak mcleleh, kcmungkinan sebab dan cara memperbaikinya adalah sama dengan yang didiskusikan pada masalah di atas.

7) Isolator yang retak
Isolator memperlihatkan keretakan dan perubahan warna sepertihalnya pada kasus terlalu panas atau kotor karena timbal,kemungkinan sebab dan cara mcmperbaikinya adalah sama dcngan
kasus terlalu panas di atas.Untuk mcnghilangkan karbon pada busi, lakukanlah langkah langkah sebagai berikut.

(a)Dengan memakai alat pembersih busi 
Luruskanlah elektroda massa, bersihkanlah isolator sehingga putih dengan memutar busi, biasanya l0 sampai 20 detik waktu
pembersihan adalah cukup, dan bila dibersihkan terlalu lama,elektroda-elektroda akan menjadi terlalu aus. Setelah dibersihkan,
semburkanlah kompond pembersih dcngan udara kompresor sampai bersih benar dan periksalah apakah ada keretakan—keretakan.
Bersihkanlah elektroda-elektroda dan ulir dengan memakai sikat kawat, bila elektroda tengah telah aus, kikirlah agar ujungnya datar
kembali, akhirnya tekuklah elekzroda massa dan setellah celah busi sesuai spesifkasi.

(b)Tidak memakai alat pembersih busi
Dengan menggunakan sebuah kawat halus hilangkanlah karbon dari dalam busi dan berhati-hatilah agar tidak merusak isolator. Bila
isolator berminyak, bersihkanlah dcngan memakai sikat yang telah dicelup ke dalam bcnsin. Untuk mcmbersihkan busi, janganlah
mencoba membakarnya di atas api karena dapat terjadi kcbocoran pada busi.
Untuk memakai busi secara baik, maka lakukanlah langkah—langkah sebagai berikut,

a. Busi adalah bagian yang dikonsumsi dan 0leh karenanya harus di cek, dibersihkan atau diganti pada interval waktu yang dispesifikaskan dalam manual pemilik kendaraan.
b. Bila mengganti sebuah busi harap selalu memilih merk dan tipe yang telah ditentukan pabrik sepeda m0t0r tersebut, 
jika tidak dapat dipilih merk lain yang sesuai, dalam hal ini perhatikan hal berikut,

l) Daerah panas (heat range) dalam memilih busi yang c0c0k,
pemilihan daerah panas busi adalah faktor terpenting, sesuai
daftar pemakaian pabrik busi, harus dipilih sebuah busi yang
mempunyai daerah panas yang sama.

2) Panjang bagian busi yang berulir. bagian ini bcrbeda tergantung
dari tipe busi, bila terlalu pendek atau terlalu panjang, karbon
menumpuk sehingga mengurangi daya kerja mesin, kecuali itu
sebuah busi yang mcmpunyai bagian berulir yang lebih pendek
dapat mcnyebabkan penyalaan 'yang salah dan busi yang
mempunyai bagian berulir lebih panjang dapat menyebabkan
elektroda massa menjadi terlalu panas atau menabrak torak atau katup.

Cara Mengatasi Kerusakan Pada Busi

Lihatlah busi kalo sudah hitam hendaklah kamu membersihkan dengan menggunakan amplas halus,atau  di getok sedikit dengan kunci dan periksalah pengapiannya atau dengan cara lain nya yg Sudah kamu ketahui.
Rantai

2. RANTAI




















          Rantai
 adalah suatu bagian yang terdiri dari bagian-bagian terkecil, yang saling berhubungan. Yang berfungsi sebagai penghubung antara roda gigi untuk menghasilkan putaran pada roda.

Berikut adalah cara untuk merawat rantai:

1. Setel rantai secara teratur
Periksalah bagian lain rantai secara teliti. Salah satu bagian yang perlu diperiksa adalah pin dan sambungan. Lihat, apakah ada perubahan pada posisi pin dan sambungan. Sebab, jika terjadi kesalahan dalam pemasangan atau posisi klip atau penguncinya berubah, dapat menyebabkan rantai lepas dari sambungan. Biasanya hal ini terjadi ketika Anda memacu sepeda motor dengan kecepatan tinggi atau memacu sepeda motor dengan beban berat.

2.
 . Ukurlah tingkat kekencangan pada rantai.
Jarak sambungan atau ukuran kekencangan dapat mempengaruhi kencang ataupun kendurnya rantai. Oleh sebab itu, simpangan atau jarak kekencangan rantai harus pula diperhatikan. Informasi tetang hal tersebut dapat Anda lihat pada stiker yang ada di bagian tutup rantai roda.

3.
 Periksalah posisi antara rantai dengan penutupnya.
Aturlah posisi rantai dengan menghidari terjadinya gesekan antara rantai penutup, sehingga dapat mengurangi keluarnya suara yang bising. Karene jika terjadi gesekan baik rantai maupun penutupnya akan cepat rusak. Bahkan dalam kasus tertentu rantai bisa putus.

4.
 . Beri Pelumas pada Rantai
Pilihlah pelumas yang tepat sehingga membantu mengurangi keausan rantai. Faktor-faktor lingkungan seperti cipratan air hujan, kotoran dari lumpur atau debu yang berpotensi menyebabkan komponen ini rusak.

5.
 . Segeralah periksa jika terdengar bunyi-bunyi aneh yang keluar dari rantai.
Biasanya, salah satu penyebabnya adalah karena longgarnya rantai sepeda motor.

6. Periksalah kebersihan rantai sepeda motor.
Perawatan rantai perlu dilakukan secara berkala dan hal ini penting karena dapat mempengaruhi kekuatan rantai sepeda motor.
Karburator Ninja250




 
3.KARBURATOR

           Karburator adalah komponen mesin yang berfungsi sebagai tempat untuk mencampurkan bensin dan udara agar mencapai campuran yang sesuai dengan pembakaran mesin.

Adapun cara untuk merawat karburator, adalah sebagai berikut:
1. Buka karburator dengan cara melepas baut-bauyang menyambungkan sisi kepala dan tabung karburator, tutup karburator, katup cuk (choke) dan kran bensin.

2.Lepaslah komponen-komponen karburator tersebut lalu tempatkan dalam wadah yang berisi cairan pembersih (bensin). Kemudian bersihkan bagian karburator menggunakan kuas, ataupun dengan menggunakan angin kompresor dibagian lubang-lubang kecil pada karburator tersebut.

3.Setelah semuanya bersih, pasanglah kembali komponen-komponen karburator yang anda buka (tanpa ada yang tersisa).

4.Setelah semua terpasang, setel ukuran gas (lansam) dalam keadaan mesin hidup.
agar ukurannya sesuai dengan yang kita inginkan.

4.REM


        Rem merupakan bagian kendaraan yang sangat penting dalam mendukung aspek keamanan berkendaraan, maka rem harus :
            · Dapat menghentikan kendaraan secepat mungkin
· Dapat melaksanakan pengereman sesuai kehendak sopir

Fungsi Rem :
Rem kaki :


Rem tangan :
· Untuk mengurangi kecepatan sampai menghentikan jalannya kendaraan· Rem kaki harus berfungsi untuk semua roda
· Untuk memacetkan putaran roda ( misal pada saat parkir)
· Berfungsi juga sebagai rem cadangan ( misal dalam perjalanan rem kaki tidak berfungsi )
           
                  Rem merupakan salah satu bagian dari kendaraan yang mempunyai peran yang sangat penting untuk kenyamanan dan keselamatan pengendara sepeda motor. Rem berfungsi mengurangi kecepatan atau menghentikan kendaraan melalui gesekan antara sepatu rem dengan tromol dengan mekanisme tertentu. Rem tromol itu sendiri dibagi menjadi
 lima jenis yaitu: simplek, duplek, duo duplek, servo, dan duo servo yang mempunyai kelebihan dan kekurangan masing- masing.
         TEKNOLOGI rem memiliki umur yang hampir sama tuanya dengan penemuan kendaraan itu sendiri.

Apa itu rem? 

           Bisa dipastikan semua pemakai kendaraan bermotor mengenal benar fungsi alat ini.
 Rem merupakan alat untuk menghentikan laju kendaraan. Seiring dengan kian canggihnya teknologi otomotif, rem pun dilengkapi dengan teknologi elektronik agar kinerjanya lebih baik. Salah satu fitur yang telah menjadi standar adalah ABS atau Antilock Braking System. Sayangnya, ABS sering disalah artikan sebagai performa pengereman yang lebih pakem. Padahal, ABS hanya sebuah peranti yang memudahkan pengemudi melakukan pengereman tanpa ada risiko menguncinya roda.

Peranti ABS diperlukan karena roda yang terkunci akan membuat daya manuver mobil berkurang atau setengah mengerem. Bila roda depan yang terkunci, laju kendaraan akan terganggu dan terasa berat. Itu tentu akan berpengaruh kepada stabilitas pengendalian kendaraan. Pada kecepatan tinggi, jika roda belakang terkunci, kendaraan akan hilang keseimbangannya malahan bisa berputar.

Sistem ABS merupakan perangkat yang terintegrasi dan terpasang di antara master silinder dan roda rem. Perangkat ini berfungsi pasif dalam pengereman normal.

Dalam kaitan itu, ABS bekerja lewat sebuah sensor yang mendeteksi gejala roda mengunci. Ketika kondisi ini berpotensi terjadi, prosesor elektronik akan memerintahkan pasokan minyak rem dikurangi. Ini membuat jepitan kampas rem menjadi berkurang meski pedal rem terus diinjak.

Banyak pengemudi yang kaget akan getaran di pedal rem sehingga melepas injakkannya. Ini adalah tindakan yang salah karena melepas injakan pedal akan membuat kinerja ABS tidak maksimal. Getaran mengindikasikan sistem rem ABS sedang bekerja.

Dua jenis rem

        Secara umum cara kerja rem adalah memanfaatkan
 gayagesekan mekanik untuk memperlambat laju kendaraan dan akhirnya berhenti. Bila seorang pengemudi kendaraan roda empat menginjak pedal rem, pada saat yang bersamaan ada komponen dalam sistem rem yang bergesekan. Gesekan ini akan menahan dan selanjutnya menghentikan gerak rotasi atau putaran roda.
            Rem merupakan piranti keselamatan kendaraan yang sangat penting keberadaannya. Kinerja sistem pengereman menjadi sangat penting dalam membantu mengendalikan laju kendaraan khususnya untuk menghentikan laju pada saat diperlukan.
       

Berbagai teknologi canggih telah ditemukan untuk sistem pengereman mobil. Tetapi pada dasarnya adalah tetap menggunakan sistem pompa hidrolik untuk menjalankan sistem rem mobil. Secara umum ada dua tipe / jenis rem saat ini yang masih dijadikan patokan standar pembuatan rem kendaraan yaitu rem cakram dan rem tromol.


Macam – Macam Rem

* Rem Tromol
Nama komponen rem tromol:
· Sepatu rem
· Pegas pengembali
· Sepatu rem
· Pegas pengembali
· Kanvas reM
· Pegas penekan
· Tromol
· Silinder roda


           Pada sepeda motor supra x tahun 2003, rem depan menggunakan rem cakram jenis kaliper luncur sedangkan untuk rem belakang menggunakan rem tromol jenis simplek. Untuk memperbaiki kinerja rem belakang motor supra x tersebut, penulis mencoba meredesain rem tromol jenis simplek tersebut menjadi rem tromol jenis duo duplek.

Rem teromol digunakan pada kendaraan tipe terdahulu, tetapi biasanya juga digunakan untuk rem bagian belakang kendaraan. Rem tromol terdiri dari komponen rumah rem / drum dan kampas rem, cara kerja rem tromol adalah rem bekerja atas dasar gesekan antara sepatu rem dengan drum yang ikut berputar dengan putaran roda kendaraan. Agar gesekan dapat memperlambat kendaraan dengan baik, sepatu rem dibuat dari bahan yang mempunyai koefisien gesek yang tinggi.
 · Kelebihan rem tromol
Rem tromol digunakan untuk kendaraan yang memerlukan kerja ekstra dalam pengereman contoh : kendaraan operasional seperti bis, truk, minibus, dsb. Rem. Jadi rem tromol dapat digunakan pada beban angkut yang berat (heavy duty) dengan bekerja secara maksimal.

· Kekurangan rem tromol
Rem tromol yang masih menerapkan sistem tertutup dalam prosesnya. Dengan sistem ini membuat partikel kotoran pada ruang tromol tersebut. Jadi untuk perawatan membersihkannya harus membuka roda agar rumah rem dapat dibersihkan dari debu / kotoran.
 

          Pada saat banjir air akan mengumpul pada ruang tromol sehingga air akan menyulitkan sistem rem untuk bekerja, jadi setelah rem tromol menerjang banjir, maka
 harus mengeringkannya dengan menginjak setengah rem saat melaju sehingga bagian dalam rem tromol kering karena panas akibat gesekan, setelah itu rem dapat digunakan kembali.
Pantas rem cakram lebih disukai oleh pabrikan mobil dan pemilik mobil sehari-hari. Perawatan lebih mudah, penggunaan lebih praktis dan fungsi pengereman juga lebih baik dibanding rem tromol (lebih pakem).


REM TOMOL PADA MOBIL


* Rem Cakram
Nama komponen rem cakram:
· Nipel pembuang udara
· Kaliper
· Pegas penekan
· Torak kaliper
· Piringan cakram· Sil torak kaliper
· Balok rem
·  Kanvas Rem


Rem Cakram
          Mobil modern kebanyakan telah menerapkan piranti yang satu ini. Biasanya piranti ini dapat ditemukan pada roda kendaraan baru sehingga dalam setiap penggunaannya menjadi maksimal dan terarah. 

        Rem cakram menjadi salah satu sistem pengereman modern terbaik pada mobil dan sangat ideal untuk diterapkan pada tiap mobil, terutama yang telah memakai mesin berkapasitas CC besar. Sistem kerja rem cakram adalah dengan menjepit cakram yang biasanya dipasangkan pada roda kendaraan, melalui
 caliper yang digerakkan oleh piston untuk mendorong sepatu rem (brake pads) ke cakram.

· Berbagai kelebihan Rem Cakram
          Rem cakram dapat digunakan dari berbagai suhu, sehingga hampir semua kendaraan menerapkan sistem rem cakram sebagai andalannya. Selain itu rem cakram tahan terhadap genangan air sehingga pada kendaraan yang telah menggunakan rem cakram dapat menerjang banjir.

Kemudian rem cakram memiliki sistem rem yang berpendingin di luar (terbuka) sehingga pendinginan dapat dilakukan pada saat mobil melaju, ada beberapa cakram yang juga dilengkapi oleh ventilasi (ventilated disk) atau cakram yang memiliki lubang sehingga pendinginan rem lebih maksimal digunakan.
 

Kegunaan rem cakram banyak dipergunakan pada roda depan kendaraan karena
 gaya dorong untuk berhenti pada bagian depan kendaraan lebih besar dibandingkan di belakang sehingga membutuhkan pengereman yang lebih pada bagian depan. Namun saat ini telah banyak mobil yang telah menggunakan rem cakram pada keempat rodanya, terutama jenis mobil sedan.

· KekuranganRem.Cakram
            Rem cakram yang sifatnya terbuka memudahkan debu dan lumpur menempel, lama kelamaan lumpur / kotoran tersebut dapat menghambat kinerja pengereman sampai merusak komponen pada bagian caliper seperti piston bila dibiarkan lama. Oleh sebab itu perlu dilakukan pembersihan sesering mungkin. Tapi gak sulit kok, lagipula bila anda biasa beredar di wilayah perkotaan, kendala seperti ini tidak perlu dikhawatirkan.

* Rem Tangan
Ada dua cara untuk melaksanakan pengereman :
Pengereman Pada Roda
1. Tongkat
2. Batang tarik
3. Penyetel
4. Pengimbang
5. Kabel

Tongkat rem tangan ditarik dan
 gaya tarik diteruskan ke tuas penghubung ® penyeimbang ® kawat rem ® sepatu rem ® Roda blokir macet ( terjadi pengereman )

Pengereman Pada Poros Propeller

· Transmisi
· Poros propeller
· Unit rem tangan dipasang antara transmisi dan poros propeller·· Unit rem tangan

· Dipasang di antara transmisi dengan poros propeller
1. Tongkat rem tangan
2. Kanvas rem
3. Anchor
4. Tromol
5. Mur Penyetel

Tongkat rem tangan ditarik dan
 gaya tarik diteruskan ke ® tuas rem ® kanvas rem ® tromol terjepit ® propller blokir ® Putaran roda tertahan propeller ® terjadi pengereman.


      karena Rem merupakan bagian yang sangat penting dalam system kendaraan, maka harus diperhatikan syarat dan fungsi pengereman,sehingga kendaraan akan aman untuk digunakan.
 Adabeberapa macam jenis rem yang perlu kita pahami dalam otomotif antara lain jenis tromol dan jenis cakram, dimana keduanya mempunyai tipikal yang berbeda . Ada dua cara melaksanakan pengereman pada rem tangan / rem parkir, yaitu pengereman pada roda dan pengereman pada propeller
KERUSAKAN REM
KERUSAKAN PADA SISTEM REM MENCARI TAU GEJALA KERUSAKAN REM
        Pada saat anda mengendarai kendaraan dari waktu ke waktu, anda pasti pernah merasakan perbedaan yang anda alami, kadang pedal rem terasa aneh, kadang terdengar suara berdecit, atau mungkin kejadian lain yang membuat kaget anda…wahh..kenapa nich.. Nah sekarang kita akan bahas apa yang bisa anda deteksi dari gejala rem tadi.
· Pertama-tama kita harus mengetahui dulu bagaimana cara kerja rem, rem bekerja dengan merubah gaya gesek untuk menghentikan laju kendaraan. Pada saat anda menekan pedal rem, minyak rem akan mengalir ke pipa rem dan menekan piston dan diteruskan ke kampas rem, kemudian bergesekan dengan teromol atau cakram dan menghentikan laju putarannya. Semakin kencang tekanan yang diberikan pada pedal rem semakin kuat juga tekanan yang diberikan ke teromol atau cakram dan semakin cepat juga kendaraan berhenti. Nah sekarang anda sudah mengetahui bagaimana rem bekerja.
· Setelah anda mengetahui cara kerja rem sekarang kita bahas masalah pertama, apa yang terjadi bila system rem mengalami kebocoran. Bila sistem rem mengalami kebocoran maka udara akan masuk kedalam sistem rem, dan pedal rem akan terasa “membal”. Seperti yang dikatakan ama “Bernouli” bahwa cairan dapat meneruskan tekanan tanpa kehilangan force (daya) sedikitpun. Nah jika sistem rem anda mengalami kebocoran maka tekanan pedal rem tidak aka sesuai dengan yang anda berikan karena ada udara didalamnya. Begitu juga bila kampas rem anda mulai tipis maka respon untuk berhenti akan semakin lama, karena jarak (gap) antara kampas dengan teromol atau cakram.

· Sekarang kita akan bahas suara-suara yang terdengar pada saat anda mengendarai kendaraan :

1. Suara gesekan yang sangat keras (grinding/scratching)
Ini berarti anda dalam masalah besar.. biasanya suara ini terjadi karena kampas rem sudah habis, dan suara yang terdengar adalah suara gesekan antara besi kampas rem dengan teromol atau dengan cakram.
Kerusakan akibat gesekan ini sudah tidak dapat diperbaiki dan anda perlu merogoh kocek yang dalam untuk menebus seperangkat kampas rem dan teromol atau dengan cakram.
Untuk menghindarinya, lakukan pengecekan rem secara berkala, ganti kampas rem bila ketebalannya minimal 1mm untuk kampas rem belakang teromol, dan 3mm untuk kampas rem depan cakram.

2. Rem terasa menarik ke kiri atau ke kanan (brake pulls)
Ini berarti ada kebocoran pada salah satu kaliper rem, untuk mengetahui bagian mana begini caranya, bila rem terasa menarik ke arah kanan berarti kebocoran terjadi pada lawannya yaitu di sebelah kiri, karena kaliper sebelah kiri tidak mampu memberikan tekanan yang sama dengan yang kanan (ini dapat diartikan terjadi kebocoran di sebelah kiri) begitu juga sebaliknya.

Anda sudah mengetahui gejala yang sering dialami pada sistem rem, pastikan anda konsultasi dengan mekanik professional sebelum anda mencoba melakukannya sendiri, karena kesalahan pada sistem rem dapat berakibat kecelakaan yang sangat fatal bahkan kematian.





Tidak ada komentar:

Poskan Komentar